Pasuruan-. Kecelakaan melibatkan dua truk dan sebuah motor terjadi di jalan umum Surabaya-Malang, tepatnya di Simpang Empat Patung Sapi, Tawangrejo, Pandaan, Pasuruan. Seorang pemotor terluka akibat tertimpa kontainer yang terguling. Kecelakaan bermula saat truk kontainer nopol L 9896 UP berjalan dari arah utara ke selatan, pukul 13.00 Sebuah mobil mengalami kecelakaan di Jalur Pantura Pamanukan, tepatnya di jembatan Cigadung, Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Subang, Jawa Barat, atau sekitar 30 meter dari Jembatan Cipunagara. Senin (11/7/2022) sekitar pukul 00.30 WIB. Baca juga: Mushala di Bukittinggi Gagal Kurban, 5 Sapi Tak Kunjung Datang padahal Sudah Informasiyang dihimpun WartaBromo dari lokasi kejadian menyebutkan, kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 10.30 WiB tepatnya di simpang empat desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Truk kontainer bernopol B 9017 JD yang dikendarai oleh Sugeng Riyadi (36) warga Kenjeran Surabaya menabrak mobil Ertiga yang berada tepat Bus pariwisata Mitsubishi Cunter BA 7034 WU yang membawa 25 mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) mengalami kecelakaan di Jorong Gasan Kaciak, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sekitar pukul 10.50 WIB. Kasat Lantas Polres Agam Iptu Apriman Sural mengatakan sebanyak 25 TrukKontainer menabrak PJU hingga terguling di Pandaan arah Surabaya, dekat Patung Sapi Pandaan. Lalu lintas menjadi MACET dua arah. #truk #terguling #kecelakaan #pandaan #SuaraSurabaya #VideoNetter #e100 #VideoViral #TrendingTopic #News #Info #Berita #BeritaTerkini #Viral Samahalnya seperti Tugu Kuda yang menghiasi lapangan di Kampung Ujung Gunung Ilir (UGI) Kecamatan Menggala, Tulangbawang, Lampung. Selain sebagai tugu kebanggaan kampung, Tugu Kuda ini dimaknai . Pasuruan - Unit Laka Satlantas Polres Pasuruan beberkan kronologi tabrakan beruntun yang libatkan 5 kendaraan di Jalan Raya Malang-Surabaya, Simpang Patung Sapi, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Diketahui identitas kendaraan yang terlibat laka beruntun yakni, dump truk Hino Tandum nopol L 8121 UC, truk Mitsubishi boks nopol L 9833 BE, Suzuki APV nopol N 1910 SI, Suzuki Carry pikap nopol L 9517 VV dan sepeda motor Yamaha Vixion nopol N 6659 TDM. "Dari kecelakaan beruntun tersebut 5 orang mengalami luka," jelas Kanit Laka Polres Pasuruan Ipda A Khunaefi, Sabtu 26/2/2022. Baca juga Gegara Rem Blong, 5 Kendaraan Tabrakan di Simpang Patung Sapi Pandaan Pasuruan Khunaefi mengatakan, kecelakaan bermula saat kendaraan Hino Truk tandum yang dikemudikan Hendrik Setiawan 30, warga Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, melaju dari selatan ke utara. Sesampainya di TKP, Hendrik tidak konsentrasi dan tidak dapat menguasai laju truknya sehingga menabrak dari belakang truk Mitsubishi boks yang dikemudikan M Saiful Rizal 31, warga Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, yang sedang berhenti saat traffic light simpang empat menyala merah. "Tabrakan itu membuat truk boks terdorong mengarah ke kanan masuk ke jalur berlawanan, lalu menabrak kendaraan Suzuki APV," jelasnya. Diketahui mobil Suzuki APV itu dikemudikan Abaluds Mere 47, warga Kecamatan Gempol, Kabupaten juga Empat Budak Narkoba di Pasuruan Dilibas Di sisi lain, dump truk Hino tandum usai menabrak truk boks terus melaju lurus dan menabrak kendaraan pikap Suzuki Carry yang dikemudikan Indra Cahyono 17, warga Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Selanjutnya, kendaraan pikap terdorong ke depan menabrak sepeda motor Yamaha Vixion yang dikendarai Puji Atmoko 30, warga Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. "Kecelakaan beruntun ini dipicu pengemudi dump truk Hino tandum Nopol L-8121-UC, tidak konsentrasi dan tidak dapat menguasai laju kendaraan. Terkait detail menentukan rem blong, nanti kita analisa bersama Dishub," juga Tronton Seruduk Truk dan Bus Mira di Traffic Light Cangkringngrandu, Jombang Untuk identitas para korban terluka, di antaranya dua penumpang truk boks bernama Afendi 40 warga Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo dan Arif Amrullah 38 Warga Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Penumpang Suzuki APV bernama Emerensiana Lawi 44, warga Kecamatan Gempol; penumpang pikap Carry bernama Aida Balqis Nur Salsabila 8, dan pengendara motor Yamaha Vixion bernama Puju Atmo. "Puji Atmo dirujuk ke RS Sahabat akibat luka. Sementara korban luka yang lain dirujuk ke Puskesman Pandaan," tandasnya. URL PANDAAN – Kasus kecelakaan karambol yang terjadi di simpang empat Patung Sapi, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Minggu 16/9 pagi, memang karena faktor teknis. Kasus ini masih diselidiki Satlantas Polres Pasuruan. Meski karena faktor teknis yakni rem tronton blong, polisi juga menilai di TKP kecelakaan, kurang akan rambu peringatan. Rambu itu seperti peringatan hati-hati, jalan pelan-pelan, awas jalur rawan laka, hingga jalan turunan, dan sebagainya. Hal inilah yang membuat sopir truk, acapkali tancap gas saat melintas di jalan tersebut. “Sejauh ini, untuk evaluasi sementara penyebab laka karambol diakibatkan faktor teknis kendaraan. Rem tak fungsi maksimal atau rem blong,” jelas Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Eko Iskandar. Dalam pantauannya di lapangan, jalan yang masuk jalur nasional dan kawasan tertib lalu lintas KTL, memang minim rambu–rambu peringatan. Baik itu dari arah Malang maupun sebaliknya. Padahal, rambu-rambu ini bisa menjadi penanda. “Rambu-rambu peringatannya tidak ada. Tentunya harus ditambah. Ini, nanti kami sampaikan dan perlu dibahas dalam forum komunikasi lalu lintas melibatkan instansi lainnya,” cetus mantan Kasatlantas Polres Tuban ini. Untuk keberadaan traffic light TL di simpang empat Patung Sapi, Kasat menegaskan, masih diperlukan keberadaannya. Karena kendaraan dari empat lajur berbeda sama-sama ramainya, utamanya dari arah Malang ke Surabaya maupun sebaliknya. Jika TL di simpang empat di-flash, arus lalin akan lebih semrawut. Juga tidak menutup kemungkinan rawan laka pula. “Dalam waktu dekat dan secepatnya, segera kami survei dan evaluasi. Agar bisa ditemukan format dan cara maksimal agar kasus laka karambol tak terulang kembali,” ungkapnya. zal/fun PANDAAN – Kasus kecelakaan karambol yang terjadi di simpang empat Patung Sapi, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Minggu 16/9 pagi, memang karena faktor teknis. Kasus ini masih diselidiki Satlantas Polres Pasuruan. Meski karena faktor teknis yakni rem tronton blong, polisi juga menilai di TKP kecelakaan, kurang akan rambu peringatan. Rambu itu seperti peringatan hati-hati, jalan pelan-pelan, awas jalur rawan laka, hingga jalan turunan, dan sebagainya. Hal inilah yang membuat sopir truk, acapkali tancap gas saat melintas di jalan tersebut. “Sejauh ini, untuk evaluasi sementara penyebab laka karambol diakibatkan faktor teknis kendaraan. Rem tak fungsi maksimal atau rem blong,” jelas Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Eko Iskandar. Dalam pantauannya di lapangan, jalan yang masuk jalur nasional dan kawasan tertib lalu lintas KTL, memang minim rambu–rambu peringatan. Baik itu dari arah Malang maupun sebaliknya. Padahal, rambu-rambu ini bisa menjadi penanda. “Rambu-rambu peringatannya tidak ada. Tentunya harus ditambah. Ini, nanti kami sampaikan dan perlu dibahas dalam forum komunikasi lalu lintas melibatkan instansi lainnya,” cetus mantan Kasatlantas Polres Tuban ini. Untuk keberadaan traffic light TL di simpang empat Patung Sapi, Kasat menegaskan, masih diperlukan keberadaannya. Karena kendaraan dari empat lajur berbeda sama-sama ramainya, utamanya dari arah Malang ke Surabaya maupun sebaliknya. Jika TL di simpang empat di-flash, arus lalin akan lebih semrawut. Juga tidak menutup kemungkinan rawan laka pula. “Dalam waktu dekat dan secepatnya, segera kami survei dan evaluasi. Agar bisa ditemukan format dan cara maksimal agar kasus laka karambol tak terulang kembali,” ungkapnya. zal/fun Artikel Terkait

kecelakaan di patung sapi pandaan