Pubertas merupakan periode dalam rentang perkembangan pada saat anak anak berubah menjadi makhluk aseksual menjadi seksual. Kata pubertas sendiri diambil dari bahasa Latin yang berarti usia kedewasaan. Pada masa anak anak akan mengalami kematangan organ reproduksi serta mengalami perubahan dalam pertumbuhan fisik dan juga psikologis. Ranah keterampilan menyajikan karya tentang cara menyikapi ciri-ciri pubertas yang dialami. Indikator capaian belajarnya, siswa mampu menjelaskan ciri-ciri masa puber pada anak laki-laki dan anak perempuan. Siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri masa pubertas pada laki-laki dan perempuan. Sedangkan perubahan sekunder adalah perubahan fisik yang tampak pada tubuh. Titik puncak pertumbuhan manusia terjadi pada masa pubertas. Berikut cara menyikapi gejala pubertas. Dekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa. Berdiskusi dengan orang tua saat mengalami gejala pubertas. Membaca buku yang membahas tentang gejala pubertas. Anak-anak yang mengalami pubertas dini bahkan mungkin akan merasa aneh dengan tubuhnya. Perasaan inferioritas atau superioritas juga mungkin muncul pada saat ini. Masa remaja adalah usia ketika perasaan seksual muncul pada anak-anak. Perasaan dan pikiran tentang seks bisa memicu rasa bersalah. Pubertas bisa menjadi perjalanan roller-coaster 1. Perubahan emosi dan cara berpikir. Perubahan psikologis pertama yang dapat terjadi pada remaja laki-laki ketika pubertas adalah berubahnya emosi dan cara berpikir. Nah, anak laki-laki cenderung mengalami serangkaian emosi, sehingga terkadang mereka akan mudah merasa kesal, sedih, atau tertekan. Mereka mungkin merasakan gejolak emosi terkait Umumnya anak perempuan mengalami masa pubertas pada usia 8 -13 tahun. Sementara anak laki-laki pada usia 10 -16 tahun. .

5 cara menyikapi masa pubertas